Senin, 05 April 2010

Derita Sang Ratu Sexy, Fira


Pagi sudah mulai. Sekarang waktunya Fira untuk berangkat school. Bangun tidur, mandi, berpakaian, sarapan, pamitan, berangkat cuy.
Sesampai Fira di sekolah, dengan lebainya dia mulai mempertunjukkan kesexyannya. Dan hebohnya sang cowok-cowok hanya tertuju pada Fira Sang Ratu Sexy di sekolahnya.
“Hai.. Vi!!” sapanya dengan girang pada sahabat sekaligus tempat curhat dan pelampiasannya Fira.
“Gimana Fir seru kan konsernya semalem?”
“Ih seru banget gila! Udah gitu disitu ada Naga Lyla abang gue!” girangnya heboh sampai-sampai Naga Lyla dibilang abangnya lagi. Ya gitu sih karena baru pertama kali Fira ketemu artis.
“Lebai ah lo! Gue aja ketemu artis gak segitu hebohnya,” ejek Vivi. Lalu dengan kompak Vivi dan Fira memasuki kelas.
“Vi, ke kantin yuk!” ajak Fira dengan rayuannya itu.
“Ah, ke kantin melulu loh! Tapi gue aneh kok elo gak gendut-gendut?!”
“Yang namanya langsing tetep aja langsing. Udah yuk!” Fira sudah siap ke kantin tapi Vivi masih duduk.
“Ke perpus aja yuk!”
“Ngapain lagi ke perpus? Baca? Oh no!!”
“Ya enggak lah! Kita internetan.”
“Buka apa?”
“Fs kek! Atau Fb gitu!”
“Tapi ke kantin dulu beli cemilan.”
“Perpus aja! Jajan bisa entar istirahat!”
“Udah ayuk!”
Ketika mereka sedang berdebat dengan hebohnya, bel masuk berbunyi dengan nyaringnya dan terpaksa yang satu gak jadi ke kantin dan satunya lagi gak ke perpus. Hehe..

***

Bel pulang sekolah berbunyi. Tak terasa waktunya go home. Sempat-sempatnya saat pulang sekolah Fira bedakan sebentar. Tapi saat anak-anak dan guru sudah keluar kelas.
“OMG.. Fira cintaku, sayangku bunga bangkai. Bedakan melulu?!” heran Vivi melihat sahabatnya yang super-super centil, genit, dan menggoda itu.
“Kebiasaan lu ngomong gitu. Bunga melati dong sekali-kali!” pintanya sambil mengecek bedaknya itu sudah sempurna atau belum lewat cerminnya.
“Orang mati dong lo!” tertawa Vivi.
“Vivi!! Kalo gitu bunga mawar merah yang batangnya tak berduri tapi halus batangnya,” mulai deh lebai dengan dirinya sendiri.
“Ayok cepetan! Jangan bedakan melulu! Katanya mau pergi!” Vivi mengingatkan.
“Oh iya I forget! Sorry! Come on my plend!” langsung deh dia ingat. Dengan buru-burunya dia keluar kelas lalu keluar sekolah.
Tak lama kemudian Vivi dan Fira sampai di rumah Pak Jojo Sudrajat ayah dari Sang Ratu Sexy, Fira.
“Mama… Cantik pulang!” sapa Fira pada mama tercinta dan tersayangnya.
“Anak mama udah pulang. Eh ada Vivi juga!” cipika cipiki deh sang mama dan sang anak. Vivi pun juga ikutan. “Pada mau makan atau minum gak?” lanjut mama bertanya.
“Gak deh mah! Lagi buru-buru!” tolak Fira memelas.
“Ya udah sana. Mama gak bakal ganggu cantik yang sedang berburu. Entar gagal lagi.”
“Buru-buru tante, bukan berburu,” ucap Vivi dengan pengucapan yang jelas. Memang Mama Fira rada error.
“Ya udah sana!” Fira dan Vivi pun pergi kelantai atas dimana kamar Fira terdapat.
“Fira kok elo lebai banget sih! Kan kita rencananya cuma biasa doang?!” bingung Vivi melihat Fira mengeluarkan semua bajunya untuk mencocokkan yang mana yang cantik dilihat cowok-cowok nanti.
Kan kita mau shopping, jadinya harus pakai baju yang bagus atuh biar dilihat cowok aku tuh beautiful!”
“Siapa yang mau shopping? Kan elo cuma nemenin gue beliin kado ultah buat Rangga.”
“Bukannya shopping?!” bingung Fira.
“Bukan. Makanya waktu istirahat gue ngomong dengerin jangan makan melulu yang diperhatiin. Sampai lebai gitu!” sindir Vivi.
“Udah ah kita nyarinya di mall aja sekalian shopping!”
“Ya, udah cepetan!”
“Nih gue pinjemin baju! Entar dicurigain lagi sama Pak Satpam, your father kalo kita enggak sekolah alias bolos.”
“Enak aja Bapak gue dibilang Pak Satpam!”
“Udah sana pake bajunya!”
Vivi pun memakai baju pinjaman Fira lalu mereka pamit dengan sopan, pergi naik taksi dan gak begitu lama, finally mereka sampai di mall.
“Vi, kita beli baju and sepatu dulu yuk! Habis itu main di time zone, terus makan, anterin gue beli CD and novel, baru gue anterin elo beli kado buat yayang lo si Rangga itu!” ternyata Fira sudah mengatur jadwalnya ketika berada di mall.
Vivi hanya tersenyum paksa karena susah kalau nolak permintaan Fira. Bisa-bisa rubuh tuh mall.
1,2,3, sampai 4 pasang baju Fira beli.
“Nih Mba! Semuanya berapa? Sama yang punya temenku ya Mba.” Fira memberikan baju-baju itu ke kasirnya.
“423 ribu dek!”
Fira pun memberi uang yang harus dia bayar.
Lanjut ke sepatu. Fira hanya membeli 1 pasang. Memang sih sepatunya sudah bejibun di rumah daripada pakaiannya. Lanjut lagi mereka ke tempat time zone.
“Vi naik Aladin yuk!” ajak Fira.
“Elo aja deh!” tolak Vivi.
Dengan hebohnya Fira bermain semua permainan apalagi permainan mengambil boneka. Hingga 15 kali dia coba berulang-kali tapi hanya dapat 2 boneka saja! Dan akhirnya mereka makan.
“Waduh Vi udah gak sabar nih pengen makan!”
“Kebiasaan!!”
Ketika makanan datang, Fira langsung makan dengan lahapnya Fira tapi enggak seperti orang yang belum pernah makan enak. Biasa aja gitu.
“Ufh.. kenyang juga. Ayuk Vi kita lanjut ke toko CD!”
Vivi hanya menghela nafas saja.
Sesampainya di toko CD, dengan kenyangnya Fira membeli 10 CD sekaligus. Biasa kalau udah kalap memang seperti itu. Sama seperti ke toko gramedia dia membeli 5 novel. Tadinya sih pengen 10 juga. karena Vivi mengingatkan jangan boros ya jadi beli 5 aja.
“Udah puas kan lo belanjanya?” lelah Vivi melihat sahabatnya itu yang super boros juga.
“Puas banget. Oh iya ayok kita beli kado buat yayang lo!”
Sesampainya disuatu tempat yaitu toko khusus hadiah, Vivi menemukan barang yang cocok buat Rangga. Dan tak terasa sesampai di luar mall sudah maghrib. Untungnya sesampai di rumah gak terlalu larut malam.

***
Pagi datang lagi. Fira pun bangun dari mimpinya yang indah semalam.
“Hoam.. udah pagi nih!” rasa kantuk Fira masih melekat di badan Fira. Lalu Fira mengambil handuk untuk mandi.
Tak lama kemudian Fira sudah selesai mandi dan berpakaian. Ketika Fira ingin menyisir rambutnya.
“Aaa..!!!” teriak Fira dengan kencangnya hingga terdengar sampai bawah.
Ada apa Cantik?” tiba-tiba Mama datang dengan muka panik.
“Mamah. Wajahku ada ini!” tangis Fira lalu menunjukkan apa yang terjadi dengan wajahnya.
“Ya ampun Cantik! Kok bisa begini?!” bingung Mama melihat betapa banyaknya jerawat yang melekat di wajah Fira.
“Mamah gimana nanti di sekolah? Apa kata temen-temenku nanti?” bingung Fira.
“Udah entar hilang sendiri kok! Tapi jangan kamu pencet-pencet jerawatnya! Nanti malah tambah banyak.”
“Mah..”
“Udah berangkat aja! Biarin orang ngatain kamu. Kamu tetep cantik kok di mata Mama.”
“Tapi Mah!” dengan terpaksa Fira berangkat sekolah dengan rasa malu yang super dahsyat.
Sesampainya di sekolah, Fira bingung harus lari atau jalan.
“Aduh!! Gimana ya?!” bingung Fira. Lalu Fira memilih untuk jalan sambil menunduk.
Selama Fira jalan dengan kepala menunduk, anak-anak heran karena Fira gak seperti biasanya soalnya Fira itu kalau datang ke sekolah selalu nunjukkin kesexyannya itu. Karena Fira jalan terus menunduk hanya melihat lantai saja tak disangka Fira ditabrak Bayu yang sedang larian-larian. Seperti anak kecil saja!
“Aduh!! Jalan liat-liat dong!” rintih Fira lalu memebersihkan kakinya yang putih langsat itu.
“Sorry Fir! Sorry! Gue lagi dikejar Bobby tuh!” Bayu hanya bisa minta maaf tak membantu Fira untuk berdiri.
“Ketemu loh! Sini!” Bobby mulai datang tambah bikin Fira kesal.
“Ah! Gara-gara kalian nih kai gue jadi kotor kayak begini!” kesal Fira dan Fira tak sadar Fira mengangkat kepalannya.
“Fira! Elo jerawatan? Hahaha.. pantes elo gak heboh kkayak biasanya,” Bobby hanya tertawa. Bayu pun ikut pula sampai-sampai anak-anak melihat apa yang terjadi pada Fira.
Semakin lama semakin banyak tawa anak-anak hingga Fira ingin nangis, marah, kesal tapi Vivi datang untuk menolong Fira. Lalu menariknya sampai kelas.
“Tuh kan bener firasat gue. Elo bakal begini jadinya!”
“Jadi elo tau? Elo bisa ngeramal, Vi? Ramal gue dong!”
“Lo kira gue Mama Loren. Gue certain nih ya! Kemaren setelah pulang dari beli kado buat Rangga, gue baru nyadar…”
“Nyadar apa? Kalau gue dilihat cowok?” belum selesai bicara Fira sudah memotong pembicaraan Vivi. Sampai lebai gitu.
“Elo diem dulu! Sampai mana tadi tuh?” lupalah Vivi karena si Fira.
“Gue baru nyadar.”
“Iya. Gue baru nyadar pas elo makan, elo makan wortel. Banyak lagi.”
“Wortel??” kaget Fira.
“Iya!”
“Kayaknya enggak deh! Gue itu kalau makan wortel pasti ngerasa secara gue kan alergi sama yang namanya wortel makanan si rabbit itu!”
“Aduh, Fir! Itu karena lo makannya langsung lahap. Gak ngeliat dulu ada wortel apa enggak!”
“Terus salah siapa?”
“Nanya lagi! Ya salah elo lah!”
“Salah lo juga dong!” Fira malah menyalahkan orang.
“Ihh.. udah tau elo alergi sama wortel masa gak ngerasa!”
“Bodo amet ah! Yang lagi gue pikirin gimana caranya ngilangin jerawat gue ini. Nanti cowok-cowok malah berpaling pada yang lain lagi.” Masih aja mikirin kecantikannya.
“Ya udah gimana kalau kita ke perpus?”
“Ngapain ke perpus?”
“Pake tanya lagi! Ya cari artikel cara nyembuhin jerawat lo lah!”
“Tapi Vi!”
“Kenapa? Gak mau? Pasti malu?”
“Fira menganggukkan kepalanya dengan memonyongkan bibirnya.
“Ya, udah gue aja yang cari sendiri! Tapi bibir lo itu jangan lebai. Nanti gak bisa balik lagi loh!” akhirnya Vivi pergi ke perpustakaan sendiri untuk mencari artikel tentang cara menyembuhkan jerawat.
Sementara Vivi pergi ke perpustakaan, Fira sibuk membuka buku pelajaran. Daripada diluar nanti ditertawain orang.
“Ah!! Baru baca sedikit bosennya minta ampun. Tapi kok bisa ya si Okta sampai pinter gitu. Kan baca bosen! Bikin ngantuk lagi!” comment Fira.
“Ngapain lagi ya?” bingung Fira.
Tak lama kemudian Vivi datang dengan membawa hasil print cara menghilangkan jerawat.
“Dapet, Vi?” tanya Fira senang.
“Ini udah gue print!” Vivi menunjukkan hasilnya itu.
“Coba gue lihat!” Fira mengambil kertas yang ada di tangan Vivi. “Apa?? Masa harus pake cara yang begini sih! Emang gak ada yang pakai obat gitu!” kaget Fira karena dia harus pakai cara tradisional.
“Itu juga obat kali!”
“Tapi obat yang diminum gitu atau sabun jerawat gitu!”
“Kalau pake obat yang gitu malah takutnya gak berhasil. Justru itu elo harus pake cara tradisional.
“Ihh..jijik Vi!”
“Namanya juga obat ampuh!’
“Tapi Vi..”
“Elo mau sembuh kagak?”
“Ya maulah.”
“Maka dari itu pake obat tradisional. Ikutin cara-caranya yah!” suruh Vivi. Terpaksa Fira harus mengikuti cara tradisional.
Waktu menunjukkan pukul 13.15. Fira dan Vivi pun segera pulang tapi gak seperti biasanya. Kan biasanya Fira sibuk bedakan tapi kali ini enggak. Sedang buru-buru.
“Vi!”
“Apa?” tanya Vivi menoleh kebelakang.
“Kita baliknya gak bareng ya!”
“Kok gak bareng?”
“Hmm… want to knoow aja!”
“Ya udah. Gue juga dijemput Rangga. Hehehe..bye Fir!”
‘Untung Vivi dijemput Rangga, jadi gue bisa beli obat jerawat.’ Ucap Fira dalam hati. Ternyata Fira sudah berfikir dengan matang dia gak mau pakai obat tradisional dia maunya pakai obat yang modern.
“Waktunya ke toko kosmetik!’
Sesampainya di toko kosmetik.
“Mba ada obat jerawat yang ampuh gak Mba?” tanya Fira pada Mbanya.
“Bentar ya dek! Nih obatnya lumayan ampuh. Tapi pakainya harus sesuai aturan ya!”
“Pastinya Mba! Berapa Mba?”
“35.000 dek!”
Fira pun membayar obat itu.
Ketika malam tiba, Fira langsung memakai obat jerawat tersebut.
“Gue bingung pake gak ya? Pake aja deh! Langsung banyak aja kali ya biar cepet hilangnya nih jerawat!”
Fira pun langsung memakainya lalu membilasnya dengan air.
“Hmm.. moga jerawat gue hilang!” ucapnya di depan cermin. Lalu Fira pun langsung  tidur dengan pulas.

***
Pagi datang lagi. Waktunya pergi sekolah. Seperti biasa Fira mengambil handuknya, mandi lalu pakaian. Ketika ingin menyisir rambutnya di depan cermin..
“Aaa..!!” teriak Fira dengan kencangnya hingga terdengar sampai bawah.
Ada apa cantik?” tanya Mamah panik.
“Jerawatku tambah banyak, Ma!” tangis Fira.
Pasrah sang Mama tak bisa berbuat apa-apa untuk anaknya tercinta itu.
“Mamah…,” Fira hanya bisa menangis, menangis dan menangis meratapi nasibnya itu karena jerawatnya itu makin banyak. Salah sendiri pakainya enggak sesuai aturan dan gak mau pakai obat tradisional yang sudah dibilang Vivi. Kan biasanya obat tradisional tuh ampuh.

***********

By: Fransiskus Sia Muliardi S

2 komentar:

  1. Fira?/
    kaya'a w kenal neh...
    wkwkwk..
    pizz cuy,,v^o~

    BalasHapus
  2. ..nie terinspirasi dri dy..
    ..tp nmanya w ubh dkit..
    ..V jd F.. ^^

    BalasHapus

1. Tolong beri komentar
2. Follow blog duniafranz.blogspot.com
3. Jangan Lupa mampir lagi
4. Jangan Lupa Di Share Postingannya
5. Terima Kasih